Selasa, 29 September 2009 |
Posted by
Ebenheizer |
0
comments
Syntax / kalimat CSS terdiri dari beberapa set peraturan yang memiliki: 1 selector, 1 property, 1 value.
Format penulisan kalimat CSS:
selector { property: value }
Selector itu untuk menunjukkan bagian mana yang hendak diatur / diformat.
Property untuk menunjukkan, bagian (properti) dari selector yang hendak diatur.
Value adalah nilai dari pengaturannya.
Contoh Syntax:
h1 { color: red }
Contoh di atas menunjukkan :
Selector: h1
Property: color
Value: red
Kalau diterjemahkan ke kalimat bahasa Indonesia kira-kira begini: Mengatur color dari h1 ke warna merah (red).
Pengelompokan Selectors
Anda dapat menulis satu kode CSS untuk berbagai macam selector dengan cara menggunakan koma. Misalkan anda mau mengatur agar tag h1, h2 dan h3 semua menggunakan warna merah, maka kode CSS nya menjadi:
h1,h2,h3 { color: red }
Perhatikan penulisan h1,h2,h3 yang dipisahkan oleh koma.
Penggunaan Banyak Properties
Untuk mengatur lebih dari satu properties gunakan pemisah titik koma ( ; ).
Contoh:
h1,h2,h3 {color:red; font-family:arial;
font-size:150%;}
Pada contoh di atas, tag h1, h2 dan h3 di atur agar menggunakan warna merah, dengan type font arial, dan ukuran font 150%.
Cara Penulisan Yang Baik
Sangat disarankan untuk menulis kode CSS menggunakan beberapa baris dimana pengaturan property dan values nya di indent. Ya cuma biar rapih dan lebih mudah di baca aja sih, ga harus kok.
Sekarang anda sudah mengerti aturan dasar penulisan kalimat CSS. Pelajaran berikutnya akan mengajarkan anda mengaplikasikan kode CSS ke halaman website.
CSS Comment
Kadang kala, ada baiknya anda menuliskan komentar ke dalam kode CSS anda untuk memberi catatan pengingat.
Anda bisa menggunakan syntax pembuka /* dan penutup */ untuk menuliskan komentar. Segala teks yang berada di antara tag /* dan */ tidak akan dibaca sebagai kode, tapi hanya sebagai catatan untuk diri anda.
/* Tulis komentar anda di sini */ p { text-align: justify; /* Tulis komentar anda di sini */ color: blue; font-family: arial; }
Cascading Style Sheets (CSS) adalah suatu bahasa stylesheet yang digunakan untuk mengatur tampilan suatu dokumen yang ditulis dalam bahasa markup. Penggunaan yang paling umum dari CSS adalah untuk memformat halaman web yang ditulis dengan HTML dan XHTML. Walaupun demikian, bahasanya sendiri dapat dipergunakan untuk semua jenis dokumen XML termasuk SVG dan XUL. Spesifikasi CSS diatur oleh World Wide Web Consortium (W3C).
CSS digunakan oleh penulis maupun pembaca halaman web untuk menentukan warna, jenis huruf, tata letak, dan berbagai aspek tampilan dokumen. CSS digunakan terutama untuk memisahkan antara isi dokumen (yang ditulis dengan HTML atau bahasa markup lainnya) dengan presentasi dokumen (yang ditulis dengan CSS). Pemisahan ini dapat meningkatkan aksesibilitas isi, memberikan lebih banyak keleluasaan dan kontrol terhadap tampilan, dan mengurangi kompleksitas serta pengulangan pada stuktur isi.
CSS memungkinkan halaman yang sama untuk ditampilkan dengan cara yang berbeda untuk metode presentasi yang berbeda, seperti melalui layar, cetak, suara (sewaktu dibacakan oleh browser basis-suara atau pembaca layar), dan juga alat pembaca braille. Halaman HTML atau XML yang sama juga dapat ditampilkan secara berbeda, baik dari segi gaya tampilan atau skema warna dengan menggunakan CSS.
Selain itu CSS dapat juga didefinisikan sebagai, sebuah dokument yang digunakan untuk mendesain atau mengatur tampilan tata letak sebuah halaman web, CSS ini bersifat embeded pada tag HTML yang artinya menempel atau melekat pada tag HTML. Sebagai Contoh embeded seperti di bawah ini: <h1 class=”header”>Pengantar</h1>.
Dengan CSS ini, kita bisa mengontrol/mengatur seluruh tampilan halaman web dengan hanya sebuah dokument CSS, biasan ekstensi untuk file CSS adalah .css (dot css).
Selain itu, CSS juga dapat menggantikan fungsi tabel dan dapat meminimalkan ukuran file HTML. Bayangkan jika Anda membuat sebuah kotak dengan tabel dan CSS jauh lebih efesien, Sebagai contoh, Anda membuat sebuah tabel dengan satu kolom dan satu buah baris :
Pada perkembangannya CSS sudah masuk lelvel 3 untuk sekarang, dimana dimulai CSS level 1 atau yang sering di sebut CSS aja, kemudian level 2 yang merupakan penyempurnaan dari CSS level sebelumnya, yaitu CSS level 1.
CSS merupakan alternatif bahasa pemrograman web masa yang akan datang, dimana mempunyai banyak keuntungan, diantaranya : - Ukuran file lebih kecil - Load file lebih cepat - Dapat berkolaborasi dengan JavaScript - Pasangan setia XHTML - Menghemat pekerjaan tentunya, dimana hanya membuat 1 halaman CSS. - Mudah mengganti-ganti tampilan dengan hanya merubah file CSS nya saja. - Dan banyak lagi yang lainnya.
Keuntungan Penggunaan CSS
Jika anda memiliki beberapa halaman website dimana anda menggunakan font arial untuk tulisannya, lalu suatu hari anda bosan dengan arial dan ingin mengganti ke trebuchet, anda harus merubah satu per satu halaman website anda dan merubah tipe font dari arial menjadi trebuchet.
Dengan menggunakan css, dimana semua halaman web memakai css yang sama, anda cukup merubah satu baris kode css untuk merubah font di semua halaman web dari arial ke trebuchet.
Jadi, keuntungan menggunakan CSS, lebih praktis!
Kekurangan Penggunaan CSS
Tidak semua browser mengartikan kode CSS dengan cara yang sama. Jadi kadang-kadang, tampilan web dengan CSS terlihat baik di browser yang satu, tapi berantakan di browser yang lain. Jadi anda harus memeriksa tampilan supaya terlihat baik di semua browser dan menambahkan kode-kode khusus browser tertentu jika memang dibutuhkan agar tampilan web anda terlihat baik di semua browser.
Saat ini Intel memiliki 3 jenis processor, yaitu :
Atom
·Untuk basic computing PC.
·Processor intel terkecil yang terbuat dari transistor berukuran paling kecil didunia saat ini.
·Arsitektur yang hemat daya untuk komputer dasar.
·Dibuat menggunakan teknologi proses 45nm, Hi-K metal gate. Pertama di industri semikonduktor.
·Memungkinkan komputer perangkat komputer dengan:
oHarga terjangkau
oPemakaian daya yang rendah
oKinerja yang cukup baik untuk pemakaian sehari-hari.
·Platform :
oMobile Internet Device.
oNetbook.
oNettop.
·Kecil, Ringkas, Hemat Daya, Simple, dan Ringan.
·Contoh :
oAtom 230
Daya: 2-4 watt.
Frekuensi: 1,6 GHz.
Ukuran : 22mm x 22mm x 1,6 mm (height)
1 core 2threads.
oAtom Z500
Daya : 1,5 watt.
Digunakan untuk mobile internet devices, keunggulan lebih dari PDA.
Memungkinkan perangkat komputer dengan harga yang terjangkau,
pemakaian daya yang rendah dan kinerja cukup baik.
Core
Biasa digunakan untuk Desktop, Multimedia Content, dibuat dalam LCD 5” –
7”, terdiri dari beberapa jenis, yaitu :
·Core i7
Arsitektur: Nehalem (highend)
Penggunaan: Design
Core: 4/8
·Core 2 Quad
Arsitektur: Core 2
Penggunaan: Multimedia PC, gaming PC
Core: 4/4
·Core 2 Duo
Arsitektur: Core 2
Penggunaan: Multimedia PC
Core: 2/4
·Intel pentium
Arsitektur: Core 2
Penggunaan: Basic
Core: 2/2
·Celeron
Pentium
Biasa digunakan untuk keperluan Desktop.
Bpk. Dedi Irvan (Kepala Lab majalah CHIP)
CHIP adalah sebuah majalah yang bergelut di Informasi IT yang berasal dari franchise Germany, telah berdiri sejak tahun 1978, dan baru berdiri di Indonesia pada tahun 1997. Pengujian sendiri baru dimulai ditahun 2000.
1.Notebook VS Desktop
Notebook
·Kelebihan :
oKian terjangkau.
oKinerja semakin baik .
oBisa dibawa / dipindahkan.
oLayanan purna jual.
oBergaya / gengsi?.
·Kekurangan :
oUntuk harga yang sama, kinerja masih dibawah desktop
oTidak mudah upgrade..
oModel dan spesifikasi bergantung pada produsen.
oLayar kecil.
Desktop
·Kelebihan :
oBisa di upgrade sesuka hati.
oSpesifikasi bisa sangat besar.
oBisa dimodifiksai sesuka hati.
oDari segi pemakaian lebih nyaman antara posisi duduk, jarak mata ke
layar dan posisi tangan dengan keyboard atau mouse.
·Kekurangan :
oSusah dibawa kemana-mana.
oPurna jual Susah.
oErgonomic ( layar dengan monitor harus terpisah ).
oTidak populer karena cash layout biasa.
2.Motherboard
·Basis dasar.
·Jenis-jenis soket yang digunakan.
3.Processor
·Otak PC.
·Perform sangat beragam tergantung jumlah core, kecepatan, cache, teknologi.
4.RAM
·Penampung data untuk di eksekusi di processor.
·Umumnya, makin besar kapasitasnya makin baik.
·Kinerja bergantung pada frekuensi, jumlah channel, dan latency.
5.VGA (Graphic Card)
·Pada dasarnya berfunsi untuk menampilkan gambat ke layar.
·Kini juga berfungsi untuk mengakselerasi game 3D dan Video dengan kapasitas tinggi.
·Kinerja tergantung pada teknologi, frekuensi,dan ukuran memory.
6.Hard disk
·Menampung OS, aplikasi, data.
·Kinerja bergantung pada teknologi, rpm, buffer.
·Kapasitas menentukan daya tampung.
7.Power supply
·Memasok daya.
·Perhitungan watt selalu kuat.
8.Monitor
·Resolusi terbaik, max.
·Ratio.
Bpk. Edy syahputra (Robotic untar)
Robot merupakan gabungan elektro, mekanika, dan AI.
Aplikasi robot biasa digunakan dalam bidang militer, kedokteran, industri, hiburan atau entertainment, rumah tangga.
Biasa alat yang digunakan sebagai otak dari robot adalah IC TTL atau IC Mikrokontroler.
Dimana didalam IC tercebut terjadi proses ALU, yang melakukan proses kalkulasi matematik, dan membutuhkan interfacing.
Analogi Robot VS Manusia :
Dalam pembuatan robot terdapat beberapa ilmu yang harus dikuasai yaitu :
Dasar Elektronika, Rangkaian Listrik, Sistem Mikro, Sistem cerdas, Arsitektur Sistem komputer, Perancangan Berbasis Komputer, Teknik Interfacing.
Bpk. Candra (Cartix Studio)
Tema : Games design
Dalam proses pembuatan game, ada langkah – langkah awal yang harus dipersiapakan, antara lain:
Story
Concept
Prototype
Creating game asset
Game testing
Bug fixing
Final touch
Tidak hanya itu, untuk menjadi seorang pembuat game, ada beberapa syarat yang harus kita miliki sebelum men-create sebuah game, seperti :
Concept Artist
Modeler (Char, Vehicle, Background, High Resolution).
Texture Artist
Animator
Lighting Artist / Rigger (Occasionally).
Bpk.Joko Hartanto ( Pemimpin Redaksi Majalah Concept )
Tema : Good Design
Salah satu vendor yang bernama Apple pernah memberikan inspirasi kepada seorang tokoh yang bernama Dieter Rams. Dimana sang tokoh tersebut, mengeluarkan beberapa filosofi mengenai apakah itu Good design, diantaranya :
Good design is innovative
Good design makes a product useful
Good design is Aesthetic / estetik
Good design makes a product understandable
Good design is Honest
Good design is Unobstructive
Good design is Long Lasting
Good design is Conssequent to the last detail
Good design is Concerned environtment and humanity
Good design is as little design as possible
Good Design juga melihat dari user-nya dan yang lebih luas lagi melihat society dan humanity.
Sabtu, 05 September 2009 |
Posted by
Ebenheizer |
0
comments
Televisi digital atau penyiaran digital adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal video, audio, dan data ke pesawat televisi. Pengembangan televisi digital antara lain dikarenakan:
Perubahan lingkungan eksternal, seperti :
Pasar TV analog yang sudah jenuh
Kompetisi dengan sistem penyiaran satelit dan kabel
Perkembangan teknolog, seperti :
Teknologi pemrosesan sinyal digital
Teknologi transmisi digital
Teknologi semikonduktor
Teknologi peralatan yang beresolusi tingggi
Keberadaan TV Digital di Indonesia
Stasiun TV penyiaran baik TVRI maupun TV swasta nasional memanfaatkan sistem teknologi penyiaran dengan teknologi digital khususnya pada sistem perangkat studio untuk memproduksi program, mengedit, merekam dan menyimpan data. Pengiriman sinyal gambar, suara dan data menggunakan sistem transmisi digital dengan menggunakan satelit yang dimanfaatkan sebagai siaran TV-Berlangganan.
Sistem penyiaran TV Digital adalah penggunaan apliksi teknologi digital pada sistem penyiaran TV yang dikembangkan di pertengahan tahun 90 an dan diujicobakan pada tahun 2000. Pada awal pengoperasian sistem digital ini umumnya dilakukan siaran TV secara bersama dengan siaran analog sebagai masa transisi. Sekaligus ujicoba sistem tersebut sampai mendapatkan hasil penerapan siaran TV Digital yang paling ekonomis sesuai dengan kebutuhan dari negara yang mengoperasikan.
Frekuensi TV Digital
Secara teknik pita spektrum frekuensi radio yang digunakan untuk televisi analog dapat digunakan untuk penyiaran televisi digital. Lebar pita frekuensi yang digunakan untuk analog dan digital berbanding 1 : 6 artinya bila pada teknologi analog memerlukan pita selebar 8 MHz untuk satu kanal transmisi, maka pada teknologi digital dengan lebar pita frekuensi yang sama dengan teknik multiplek dapat digunakan untuk memancarkan sebanyak 6 hingga 8 kanal transmisi sekaligus dengan program yang berbeda.
Selain ditunjang oleh teknologi penerima yang mampu beradaptasi dengan lingkungan yang berubah, TV digital ditunjang oleh sejumlah pemancar yang membentuk jaringan berfrekuensi sama sehingga daerah cakupan dapat diperluas. Produksi peralatan pengolah gambar yang baru adalah dengan menggunakan format digital.
Teknologi digital efisien dalam pemanfaatan spektrum. Satu penyelenggara televisi digital meminta spektrum dalam jumlah yang cukup besar. Artinya tidak hanya 1 (satu) kanal pembawa melainkan lebih. Penyelenggara berfungsi sebagai operator penyelenggara jaringan yaitu untuk mentransfer program dari stasiun televisi lain yang ada di dunia menjadi satu paket layanan sebagaimana penyelenggaraan televisi kabel berlangganan yang ada saat ini.
Kelebihan Frekuensi TV Digital
Meningkatnya penyelenggaraan televisi dimasa depan dapat diantisipasi dengan suatu terobosan kebijakan dalam pemanfaatan spektrum frekuensi, misalkan penyelenggara televisi digital berfungsi sebagai operator penyelenggara jaringan televisi digital. Program dapat diselenggarakan oleh operator yang khusus menyelenggarakan jasa program televisi digital (operator lain). Dari aspek regulasi terdapat ijin penyelenggara jaringan dan ijin penyelenggara jasa sehingga dapat menampung sekian banyak perusahaan baru yang akan bergerak dibidang penyelenggaraan televisi digital.
Perspektif bentuk penyelenggaraan sistem penyiaran di era digital mengalami perubahan baik dari pemanfaatan kanal maupun teknologi jasa pelayanannya. Pada pemanfaatan kanal frekuensi terjadi efisiensi penggunaan kanal. Satu kanal frekuensi yang saat ini hanya bisa diisi oleh satu program saja nantinya bisa diisi antara empat sampai enam program sekaligus.
Karakteristik Sistem Penyiaran TV Digital Terestrial
Sistem Penyiaran TV Digital yang ada di Indonesia dibagi berdasarkan kualitas penyiaran, manfaat dan keunggulan TV Digital tersebut. TV Digital dalam perkembangannya memiliki karakteristik yang berbeda di tiap wilayah(area) penyiaran. Karakteristik sistem penyiaran TV Digital sama di radius yang sama.
Kualitas Penyiaran TV Digital
Desain dan implementasi sistem siaran TV digital terutama ditujukan pada peningkatan kualitas gambar. TV digital memungkinkan pengiriman gambar dengan akurasi dan resolusi tinggi. TV digital memerlukan tersedianya kanal dengan laju tinggi. Sistem TV digital mampu menghasilkan penerimaan gambar yang jernih, stabil, dan tanpa efek bayangan atau gambar ganda, walaupun pesawat penerima berada dalam keadaan bergerak dengan kecepatan tinggi.
Manfaat Penyiaran TV Digital
TV Digital digunakan untuk melihat simpanan program, (siaran interaktif).
Aplikasi teknologi siaran digital menawarkan integrasi dengan layanan interaktif seperti layanan komunikasi dua arah. Televisi digital dapat digunakan seperti internet.
Penyiaran TV Digital Terrestrial bisa diterima oleh sistem penerimaan TV tidak bergerak dan penerimaan TV Bergerak. Kebutuhan daya pancar TV digital juga lebih kecil dan kondisi lintasan radio yang berubah-ubah terhadap waktu (seperti yang terjadi jika penerima TV berada di atas mobil yang berjalan cepat).
Transisi ke TV Digital
Pesawat TV analog tidak bisa menerima sinyal digital, maka diperlukan pesawat TV digital yang baru agar TV dapat menggunakan alat tambahan baru yang berfungsi merubah sinyal digital menjadi analog. Proses perpindahan dari teknologi analog ke teknologi digital membutuhkan sejumlah penggantian perangkat baik dari sisi pemancar TV-nya ataupun dari sisi penerima siaran. Transisi ke TV Digital menyebabkan tersedianya saluran siaran yang lebih banyak.
Proses transisi perpindahan meminimalkan resiko kerugian khusus yang dihadapi baik oleh operator TV maupun masyarakat. Resiko kerugian khusus yang dimaksud adalah informasi program ataupun perangkat tambahan yang harus dipasang. Perubahan dilakukan melalui masa dimana sebelum masyarakat mampu membeli pesawat penerima digital dan pesawat penerima analog yang dimilikinya dipakai menerima siaran analog dari pemancar TV yang menyiarkan siaran TV Digital.
Masa transisi diperlukan untuk melindungi pemirsa (masyarakat) yang telah memiliki pesawat penerima TV analog untuk dapat secara perlahan-lahan beralih ke teknologi TV digital dengan tanpa terputus layanan siaran yang ada selama ini. Operator TV yang sudah ada dapat memanfaatkan infrastruktur yang telah dibangun, seperti studio, bangunan, SDM dan lain sebagainya. Infrastruktur TV digital terrestrial relatif jauh lebih mahal dibandingkan dengan infrastruktur TV analog.
Pola Kerja Sama Operasi ditempuh antar penyelenggara TV yang sudah ada dengan calon penyelenggara TV digital. Sehingga di kemudian hari penyelenggara TV digital dapat dibagi menjadi penyedia jaringan dan penyedia isi